pernahkah anda mendengar orang-orang di sekitar anda menentang apa yang ingin anda kerjakan karena itu merupakan sebuah hal yang menentang tradisi dan kebiasaan? apakah anda pernah merasakan sebuah keinginan yang sangat besar untuk mengerjakan sesuatu mengikuti kata hati anda tapi ragu-ragu untuk melakukannya karena terbentur tradisi dan kebiasaan yang berlaku dalam norma kehidupan masyarakat tempat tinggal anda?
kalau anda pernah mengalaminya pasti dalam benak anda saat itu akan timbul sebuah pertanyaan-pertanyaan. pertanyaan-pertanyaan seperti mengapa hidup ini tidak adil? bukankah semua orang itu memiliki jalan hidupnya sendiri-sendiri? isn't everybody special in their own way? pertanyaan-pertanyaan ini pasti membuat anda frustasi dan mempertanyakan tentang makna hidup anda. namun janganlah anda menjadi merasa anda sendiri di dunia ini karena sebenarnya pasti banyak orang lain yang juga mempertanyakan hal-hal yang sama seperti anda. malah mungkin sebenarnya semua orang memiliki pertanyaan-pertanyaan yang sama dengan anda. namun reaksi orang berbeda-beda menurut karakter mereka sendiri. ada yang lantas mengubur dalam-dalam pertanyaan-pertanyaan tersebut atau mungkin terus mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan caranya masing-masing. dan keputusan mereka juga berbeda-beda menurut karakternya masing-masing. ada orang-orang yang akhirnya menjalankan pencarian tersebut diam-diam karena tidak ingin melukai hati orang-orang di sekitarnya atau ada yang mencarinya justru kepada orang-orang yang bertentangan dengannya tersebut. malah ada juga orang yang terus melakukan apa yang ia mau tanpa mempedulikan orang lain di sekitarnya.
sebenarnya sudah banyak karya-karya para seniman yang berbicara tentang permasalahan ini, baik itu dalam literatur, seni rupa, seni pertunjukan ataupun film. dalam halnya film, "billy elliot", "shark tale", "ratatouille", "goal" adalah beberapa contoh film yang bertema sama dengan yang tulisan ini ingin sampaikan. dan semua film ini menampilkan contoh-contoh cerita yang sangat ekstrim dengan pertentangan-pertentangan yang sangat klise. namun seperti halnya karya-karya film lainnya selalu ada jalan keluar yang baik (happy ending) untuk semua pihak.
tapi dalam dunia nyata tidak seperti itu, memang terkadang happy ending datang menjadi jawaban pertanyaan-pertanyaan kita tersebut namun pasti selalu ada hal-hal atau pihak-pihak yang akhirnya jadi "korban" dan seakan-akan dirugikan. dan ini yang harus kita sadari dan pertimbangkan dalam memilih jalan hidup dan menjalani hidup kita masing-masing. jadi sebaiknya haruslah diingat bahwa kalau terjadi pertentangan seperti ini yang harus diperbuat adalah mempertimbangkan semua aspek yang akan terpengaruh dari pilihan tindakan yang akan kita buat. dan kita harus selalu siap-siap berkorban. setuju....?
mengapa film-film Indonesia jarang yang bertema seperti ini? apa mungkin orang-orang film kita masih takut dicap sebagai pembuat kontroversi dan takut disalahkan atas fenomena yang terjadi setelah film tersebut tayang? dari banyak film Indonesia yang diproduksi dan didistribusikan mungkin baru "arisan!"lah film yang mengangkat tema "pertentangan antara hati dan norma" ini secara blak-blakan dan ekstrim namun memperoleh sukses.